Kamis, 15 Maret 2012

Resume : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK




TUGAS RESUME
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
DI BUAT OLEH

R
I
A
N 

S
E
P
T
I
A
N

NIM 2009 141 072
Kelas Ib

Dosen :
Ibu Dra.Hj.Zahara Zam, M.Pd




Jum’at,23 oktober 2009

Bab I
KARAKTERISTIK DAN PERBEDAAN INDIVIDU

A. Individu dan karakteristiknya
Untuk memahami karakteristik individu tersebut perlu dipahami dulu apa yang dimaksud dengan individu.
1.  Pengertian Individu
Manusia adalah makhluk yang dapat di pandang dari berbagai sudut pandang. Manusia sebagai makhluk yang berfikir “homo sapiens”, makhluk yang berbentuk “homo faber”, makhluk yang dapat di didik “homo educandum” dan seterusnya.
Uraian tentang manusia dengan kedudukannya sebagai peserta didik, harus menempatkan manusia sebagai pribadi yang utuh. Dalam kaitannya dengan pendidikan, akan lebih ditekankan hakikat manusia sebagai kesatuan sifat makhluk individu dan makhluk sosial, sebagai kesatuan jasmani dan rohani, dan sebagai makhluk tuhan.
Perkembangan potensi-potnesi dapat dibantu oleh guru, orang tua dan masyarakat untuk memanfaatkan kapasitas dan potensi yang dibawanya dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan.  
Sejak lahir, bahkan sejak didalam kandungan ibunya, manusia merupakan kesatuan psikofisis atau psikosomatis yang terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan kuantitatif mengenai fisik atau biologis. Dan istilah perkembangan digunakan untuk perubahan-perubahan kualitatif mengenai aspek psikis atau rohani dan aspek sosial.
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Bila dicermati kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu kebutuhan utama atau primer dan kebutuhan kedua atau sekunder. Dengan perkataan lain, pertumbuhan fisik senantiasa diikuti perkembangan aspek kejiwaan atau psikisnya.

2.  Karakteristik Individu
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik keturunan bisa berupa faktor biologis dan faktor sosial psikologis. Kepribadian terbawa pembawaan (heredity) dan lingkungan, keduanya merupakan faktor yang membentuk karakteristik individu.
Nature dan nurture merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan.
B.  Perbedaan individu
Dari berbagai macam aspek perkembangan individu dikenal dua fakta yang menonjol, yaitu : 1. semua manusia mempunyai unsur-unsur kesamaan di dalam pola perkembangannya dan 2. didalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia secara biologis dan sosial, tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda.
Sifat individual adalah sifat yang berkaitan dengan orang perseorangan, berkaitan dengan perbedaan individual perseorangan. Perbedaab ini disebut perbedaan individu atau perbedaan individual.
1. Bidang-Bidang Perbedaan
Upaya pertama yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan indivisu, sebelum dilakukan pengukuran kapasitas mental yang mempengaruhi penilaian sekolah, adalah menghitung umur kronologi.
Umur kronologi, sebagai faktor yang mewakili tingkat kematangan siswa dan karena itu memungkinkan dia dapat dididik hendaknya dilihat sebagai komponen perbedaan. Selanjutnya, banyak individu cenderung berbeda tetapi perbedaan itu hanya sedikit dalam kaitannya dengan sifat atau kondisi, jadi mereka berada dalam kelompok sekitar rata-rata dari suatu distribusi. Dengan demikian penyimpangan-penyimpangan mulai berkurang kea rah eksterm.
Garry 1963 (oxendine, 1948 : 317) mengkategorikan perbedaan individual kedalam bidang-bidang berikut :
  1. perbedaan fisik : usia, tingkat, dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan bertindak.
  2. perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga dan suku.
  3. perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat, dan sikap.
  4. perbedaan intelegensi dan kemampuan dasar.
  5. perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah.

Perbedaan-perbedaan tersebut berpengaruh terhadap perilaku mereka dirumah ataupun disekolah. Gejala yang dapat diamati adalah bahwa mereka menjadi lebih atau kurang dalam bidang tertentu dibandingkan dengan orang lain.
a.   Perbedaan Koognitif
kemampuan koognitif menggambarkan  penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi tiap-tiap orang. Pada dasarnya kemampuan koognitif merupakan hasil belajar. Faktor dasar yang  berpengaruh menonjol pada kemampuan koognitif dapat dibedakan dalam bentuk lingkungan alamiah dan lingkungan yang dibuat.
Intelegensi (kecerdasan) sangat mempengaruhi kemampuan koognitif seseorang. Dikatakan bahwa antara kecerdasan dan nilai kemampuan koognitif berkolerasi tinggi dan positif, semakin tinggi nilai kecerdasan seseorang semakin tinggi kemampuan koognitifnya.
b.   Perbedaan Individual dalam Kecakapan Bahasa.
Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupannya. Perkembangan bahasa dan seni merupakan lahan yang subur untuk penelitian bagi para psikolog dan pendidik. Pengaruh-pengaruh dari lingkungan kuluarga tidak hanya terbatas pada pola-pola pikirnya secara dini dan pola mengekspresikan, tetapi juga seluruh kondisi yang ada dirumah, pengaruh-pengaruh tersebut secara berkelanjutan akan terus memperlancar atau sebaliknya menghambat kemajuan berbahasa anak.
c.   Perbedaan dalam Kecakapan Motorik
Kecakapan motorik atau kecakapan psikomotorik adalah kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja saraf motorik untuk melakukan kegiatan. Kemampuan motorik dipengaruhi oleh kematangan pertumbuhan fisik dan tingkat kemampuan berfikir. Karena kematangan pertumbuhan fisik dan kemampuan berfikir setiap setiap orang berbeda-beda, maka hal itu membawa akibat terhadap kecakapan motorik masing-masing, dan dengan demikian kecakapan motorik setiap individu akan berbeda-beda pula.
d.   Perbedaan dalam Latar Belakang
Perbedaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing  dapat memperlancar atau menghambat prestasinya, faktor-faktor tersebut kadang-kadang berkembang akibat sikap-sikap anggota keluarga dirumah dan lingkungan sekitar.
e.   Perbedaan dalam Bakat
Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara tepat. Sebaliknya bakat tidak dapat berkembang sama sekali, manakala lingkungan tidak memberikan kesempatan untuk berkembang, dalam artian tidak ada rangsangan dan pemupukan yang menyentuhnya.
f.   Perbedaan dalam Kesiapan Belajar
Sikap apatis, pemalu, dan kurang percaya diri, akibat dari kesehatan  yang kurang baik, cacat tubuh, dan latar belakang yang msikin pengalaman, mempengaruhi perkembangan pemahaman dan ekspresi diri.

C.  Aspek-Aspek Pertumbuhan dan Perkembangan Individu
Setiap individu pada hakikinya akan mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan nonfisik yang meliputi aspek-aspek intelek, emosi, social, bahasa, bakat khusus, nilai dan moral, serta sikap.
1.   Pertumbuhan Fisik
Petumbuhan manusia merupakan perubahan fisik menjadi lebih besar dan lebih panjang, dan prosesnya terjadi sejak anak sebelum lahir hingga ia dewasa.
a.   Pertumbuhan Sebelum Lahir
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks, karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan saraf yang membentuk system yang lengkap. Pertumbuhan dan perkembangan janin terhenti dan diakhiri saat kelahiran.
b.   Pertumbuhan setelah Lahir
Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa. Sejak lahir sampai dengan umur 25 tahun, perbandingan ukuran badan individu, dari pertumbuhan yang kurang proporsional pada awal terbentuknya manusia (kehidupan sebelum lahir atau pranata) sampai dengan proporsi yang ideal di masa dewasa.
Pertumbuhan fisik, baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perilaku anak sehari-hari. Secara langsung pertumbuhan fisik seorang anak akan menentukan ketrampilan anak dalam bergerak.

2.  Intelek
Intilek atau daya pikir berkembang sejalan dengan pertumbuhan  saraf otak. Pertumbuhan saraf yang telah matang akan diikuti oleh fungsinya dengan baik, dan oleh Karena itu seorang individu juga akan mengalami perkembangan  kemampuan berfikirnya, mana kala pertumbuhan saraf pusat atau otaknya telah mencapai matang. Perkembangan tingkat berfikir atau perkembangan intelek akan diawali dengan kemampuan mengenal yaitu untuk mengetahui dunia luar.
Perkembangan lebih lanjut tentang perkembangan intelek ini ditunjukkan pada perilakunya, yaitu tindakan menolak dan memilih  sesuatu.
Perkembangan koognitif seseorang menurut Piaget (Sarlito, 1991 : 81) mengikuti tahap-tahap sebagai berikut.
  1. Tahap Pertama : masa sensori motor (0.0 – 2.5 tahun)
  2. Tahap Kedua : masa pra-operasional (2.0 – 7.0 tahun)
  3. Tahap Ketiga : masa konkreto prerasional (7.0 – 11.0 tahun)
  4. Tahap Keempat : masa operasional (11.0 – dewasa)

3.   Emosi
Emosi merupakan gejala perasaan desertai dengan perubahan atau prilaku fisik. Seperti marah yang ditunjukkan dengan teriakan suara keras, atau tingkah laku yang lain. Begitu pula sebaliknya seorang yang gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar, dan sebagainya.

4.   Sosial
Manusia mengenal kehidupan bersama, kemudian bermasyarakat atau berkehidupan social. Dalam perkembangannya setiap orang akhirnya mengetahui bahwa manusia itu saling membantu dan dibantu, memberi dan diberi.

5.   Bahasa
Pengetian bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda, gerak, dan suara untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain. Dengan demikian, dalam berbahasa ada dua pihak yang terlibat, yaitu pihak penyampai isi pikiran dan pihak penerima isi pikiran.

6.   Bakat Khusus
Bakat merupakan kemampuan tertentu atau khusus yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik. Seorang yang memiliki bakat akan cepat diamati, sebab kemampuan yang dimiliki akan berkembang dengan pesat dan menonjol. Bakat khusus merupakan salah satu kemampuan untuk bidang tertentu seperti dalam seni, olah raga, atau ketrampilan.

7.   Sikap, Nilai, dan Moral.
Bloom (woolfolk dan Nicolich, 1984 : 390) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses belajar dikelompokkan menjadi tiga sasaran, yaitu penguasaan pengetahuan (koognitif), penguasaan nilai dan sikap (afektif), dan penguasaan psikomotorik.
Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikisnya, anak mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang yang boleh dan yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang dilarang. Menurut Piaget, pada awalnya pengenalan nilai dan prilaku serta tindakan itu masih bersifat “paksaan”, dan anak belum mengetahui maknanya. Akan tetapi sejalan dengan perkembangan inteleknya, berangsur-angsur anak mulai mengikuti berbagai ketentuan yang berlaku di dalam keluarga. Dan semakin lama semakin luas sampai dengan ketentuan yang berlaku di dalam masyarakat dan Negara.    

    


Tugas : Dasar-Dasar BK 1




TUGAS MATA KULIAH
DASAR-DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING I
DI BUAT OLEH

R
I
A
N 

S
E
P
T
I
A
N

NIM 2009 141 072
Kelas Ib

Dosen :
Bpk Drs. H.Hafizi Isro, M,Pd




minggu,11 oktober 2009

Tugas :
  1. carilah 5 definisi Bimbingan kemudian saudara analisis dan buat kesimpulannya.
  2. carilah 5 definisi Konseling kemudian saudara analisis dan buat kesimpulannya.

Jawaban :
  1. 5 Definisi bimbingan :
a. Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya. ( Frank Parson , 1951 )
Definisi :
Menurut pendapat saya Bimbingan adalah suatau bantuan yang diberikan oleh soerang ahli kepada seseorang untuk mendapat kepercayaan diri sebagai seorang pemangku jabatan. dalam hal ini adalah seorang yang memerlukan bimbingan dari seorang ahli sebelum dia memegang jabatan tersebut, dapat dikatakan bahwa bimbingan adalah suatu modal awal untuk memangku sebuah jabatan.

b.Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri. ( Chiskolm, 1959 )
Definisi :
Menurut pendapat saya Bimbingan merupakan suatu cara untuk bisa mengetahui jati diri sendiri, karena dalam bimbingan seseorang dapat mengenali karakteristik dirinya sendiri. Bimbingan juga dapat meningkatkan potensi yang ada dalam diri kita, karena semakin kita mengetahui informasi tentang diri kita maka semakin mudah juga kita menggali potensi yang ada dalam diri kita.

c.Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu. ( Bernard  dan  Fullmer, 1969 )
Definisi :
Menurut pendapat saya Bimbingan dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk meningkatkan realisasi pribadi setiap individu, karena bimbingan dapat menimbulkan sikap yang kritis dan optimistis. Dari kedua sikap inilah dapat menimbulkan realisasi pribadi setiap individu yang selama ini tersimpan dan terpendam jauh didalam pikiran kita, untuk itulah  bimbingan diperlukan dalam mengeluarkan nya.

d.Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematis. ( Mathewson, 1969 )
Definisi :
Menurut pendapat saya bimbingan juga merupakan suatu proses belajar yang sistematis sama dengan proses belajar yang lainnya. Karena dalam bimbingan memerlukan alokasi waktu yang berkesinambungan dalam artian secara terus-menerus dilakukan. Karena jika bimbingan hanya dilakukan satu kali saja maka hasilnya tidak akan optimal.

e.Bimbingan sebagai suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan manfaat sosial. ( jear book of education, 1995 )
Definisi :
Menurut pendapat saya bimbingan   dapat membantu individu dalam memperoleh kebahagiaan pribadi karena dengan bimbingan kita dapat mengembangkan kemampuan diri kita untuk mencapai suatu kebahagiaan pribadi. Jika kita sudah memperoleh kebahagiaan pribadi secara tidak langsung kita telah memberi manfaat sosial. Karena dengan mapan nya seseorang maka semakin besar juga potensi nya untuk memberikan manfaat sosial.

Kesimpulan :
Dari ke lima pendapat para ahli dan definisi saya sendiri yang sudah ditulis diatas. dapat kita ambil kesimpulan bahwa bimbingan merupakan suatu hal yang memiliki banyak sekali definisi dan pengertiannya, namun dari berbagai definisi tersebut yang memiliki sedikit kesamaan dan perbedaan yang tidak terlalu banyak. Bimbingan merupakan suatu proses untuk dapat mengeluarkan potensi diri yang terpendam sehingga kita tidak menyadarinya, dengan bimbingan kita bisa menggali potensi kita tersebut untuk dapat menjadi lebih baik.
Bimbingan juga dapat dikatakan sebagai suatu proses dalam kehidupan untuk mencapai kebahagiaan . karena dengan bimbingan sisi lain dari diri kita yang disebut sebagai potensi bisa kita ketahui, dengan mengetahui potensi diri kita. Maka kita bisa menggunakan potensi tersebut untuk mencapai  kebahagiaan.


  1. 5 Definisi konseling :
a.Konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu, masing-masing disebut konselor dan klien. Terjadi dalam suasana yang professional dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudahkan  perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien. ( Pepinsky, dalam Shertzer dan Stone, 1974 )


Definisi :
Menurut pendapat saya konseling merupakan kegiatan yang melibatkan 2 individu yang satu disebut konselor dan yang satu disebut klien, dan dilakukan dalam suasana yang professional. Dalam artian bahwa ada suatu pemisah antara konselor dan klien, tetapi pemisah tersebut tidak membatasi antara konselor dan klein. Karena jika dibatasi maka hasilnya tidak akan baik. Dalam konseling seorang konselor harus bisa melihat dan membaca perubahan-perubahan yang terjadi pada klein, karena jika ada perubahan pada klien maka konselor harus bisa mengetahuinya.

b.Konseling adalah suatu proses dimana konselor membantu konseli membuat interprestasi-interprestasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuat. ( Smith, dalam Shertzer dan Stone, 1974 )
Definisi :
Menurut pendapat saya dengan konseling kita bisa menafsirkan fakta2 yang berhubungan dengan pilihan. Dan penafsiran tersebut berhubungan dalam mengambil keputusan, konselor harus bisa memberikan penyesuaian-penyesuaian untuk klien dalam mengambil keputusan.

c.Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu. ( Division of Conseling )
Definisi :
Menurut pendapat saya dengan konseling seorang individu dapat mengatasi hambatan-hambatan untuk mencapai perkembangan yang optimal. Dan dalam hal ini dapat terjadi setiap waktu tanpa dapat kita ketahui.

d.Konseling merupakan suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditunjukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara efektif dengan dirinya sendiri dan lingkungan. ( Mc.Daniel, 1956 )
Definisi :
Menurut pendapat saya konseling merupakan suatu pertemuan yang dilakukan antara konselor dengan klien dalam rangka menjalani suatu proses untuk bisa memberikan bantuan kepada klien dalam mengatasi masalahnya. Masalah klien bisa dari dirinya sendiri atau pun dari lingkungannya. Dengan konseling seorang individu dapat mengatasi masalah tersebut.
e.Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketiga hal tersebut. ( Berdnard dan Fullmer, 1969 )
Definisi :
Menurut pendapat saya dalam konseling bisa juga mengungkapkan tiga hal yang biasa ada dalam kehidupan kita yaitu :
    1. kebutuhan-kebutuhan individu
    2. motivasi individu
    3. potensi-potensi yang unik dari individu.
Dari ketiga hal diatas biasanya masih terpendam, dan dengan konseling ketiga hal tersebut bisa di keluarkan untuk dapat membantu individu dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan :
Jadi kesimpulannya bahwa dalam konseling juga punya banyak pengertian dan definisi dari berbagai ahli. Tapi tetap masih bisa diambil suatu kesimpulan bahwa konseling adalah suatu proses bertemunya seorang konselor dengan klien untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh klien. Akan tetapi konseling bukan hanya dapat menyelesaikan masalah, tetapi juga dapat membentuk kepribadian seseorang.
Dengan konseling seseorang dapat mengeluarkan potensi yang terpendam dalam dirinya.





Resume : PEMAHAMAN INDIVIDU I


TUGAS RESUME
PEMAHAMAN INDIVIDU I
DI BUAT OLEH





RIAN SEPTIAN
NIM 2009 141 072
Kelas Ib
Dosen :
Ibu Dra. Susun Nayati N, M.Pd





Selasa, 03 November 2009


RESUME

A. Intelegensi Emosional dan Spiritual
Saat ini konsep intelegensi banyak di bahas dikarenakan bahwa kocerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menghantarkan orang menuju sukses. Menurut Daniel Goleman (1995) pengembangan intelegensi intelektual yang tinggi tetapi juga memiliki stabilitas emosi, motivasi kerja keras, mampu mengendalikan stress, tidak mudah putus asa, Dll.
Selain multiple dan emotional intelligence, yang banyak dibicarakan saat ini, adalah intelegensi spiritual (spiritual intelligence). Konsep ini dikembangkan oleh Zohar dan Marshall (2000).
Zohar dan Marshall, mengemukakan beberapa indicator dari intelegensi spiritual yang tinggi, yaitu :
-          kemampuan untuk menjadi fleksibel
-          derajat kesadaran yang tinggi
-          kecakapan untuk menghadapi dan menggunakan serangan
-          kecakapan untuk menghadapi dan menyalurkan/memindahkan rasa sakit
-          kualitas untuk terilhami oleh visi dan nilai
-          enggan melakukan hal yang merugikan
-          kecenderungan melihat hubungan antar hal yang berbeda (keterpaduan)
-          ditandai oleh kecenderungan untuk bertanya mengapa, mencari jawaban mendasar
-          mandiri, menentang tradisi.

B. Kreativitas
Adalah satu kemampuan utama yang memegang peranan penting dalam kehidupan dan perkembangan manusia adalah kreativitas. Kemampuan ini banyak dilandasi oleh kemampuan intelektual, seperti intelegensi, bakat dan kecakapan hasil belajar, tetapi juga didukung oleh faktor-faktor afektif dan psikomotor.
David Campbell menekankan bahwa kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menciptakan hasil yang sifatnya baru, inovatif, belum ada sebelumnya, menarik, aneh, dan berguna bagi masyarakat.
Inti dari kretivitas adalah pengembangan kemampuan berpikir divergen dan bukan kovergen. Berpikir divergen adalah proses berpikir melihat sesuatu masalah dari berbagai sudut pandangan, atau menguraikan sesuatu masalah atas beberapa kemungkinan pemecahan.



C. Perasaan
Perasaan (feeling) berkaitan erat dengan emosi (emotion), keduanya merupakan suasana psikis batin yang dihayati seseorang pada suatu saat  dalam kehidupan sehari-hari, keduanya sering diartikan sama dan digunakan istilah yang sama yaitu perasaan. Perasaan membentuk garis lurus atau kontinum yang bergerak dari ujung paling senang sampai ujung yang paling tidak senang.
Perasaan timbul karena adanya perangsang dari luar. Perangsang luar berbaur dengan kondisi sesaat dari individu dan mengbangkitkan suatu perasaan. Meskipun perasaan ini subjektif dan temporer, tetapi parasaan-perasaan tertentu muncul dari suatu kebiasaan. Rasa senang terhadap makanan, pakaian, peralatan, kegiatan, prilaku tertentu muncul dari kebiasan. Perasaan senang atau tidak senang terhadap sesuatu objek yang telah menetap dan mengakar kuat membentuk sikap dan adapt istiadat.

D. Simpati dan Empati
Simpati (sympathy) dan empati (empathy) merupakan bentuk-bentuk dari perasaan. Simpati adalah suatu kecenderungan untuk turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Contohnya ketika Sultan Hamengku Buwono wafat, datang pernyataan simpati dari berbagai penjuru dunia.
Empati merupakan suatu kondisi perasaan bila seseorang berada dalam situasi orang lain. Contohnya ketika kita menonton film, sinetron, atau sandiwara yang sangat bagus, sehingga kita bersatu dan hanyut dalam naik turunnya alur jalan ceritera, dan merasa kita sendiri turut bermain di dalamnya.